[] Bilik Menulisku: Mei 2014

Kamis, 22 Mei 2014

Yoga. Tubuh saya bukanlah beban, ia seringan udara ~ Bagian 2

Setelah melakukan beberapa standing pose atau pose-pose berdiri Yoga pada 'Tubuh saya bukanlah beban, ia seringan udara..', yuk, kita lihat asanas dengan posisi duduk dan berbaring :)


1. Svanasana (Table Pose, Pose Meja), 
    dan Bitilasana-Marjaryasana (Cow Pose, Pose Sapi - Cat Pose, Pose Kucing) 




Selasa, 20 Mei 2014

Yoga. My body is no burden, it is light as air ~ Bagian-1

Judul yang nampak ideal sekali, ya? Tubuh saya bukanlah beban, ia seringan udara... Naaaah, pertanyaannya jelas : iya gitu?!? Dengan tulang yang besar-besar, dibalut daging yang (lumayan) tebal, lalu terisi oleh sekitar 70% cairan, serta dipenuhi berbagai jeroan itu seringan udara? Ah masa............ *nyureng sambil manyun

Kamis, 15 Mei 2014

When Balance, Power, and Grace meet ~ Yoga



Baru dua bulan ini saya menggeluti kembali seni olah tubuh dan nafas Yoga. Duluuu sekali, saya pernah sekian kali mengikuti kelas Yoga, yang beberapa diantaranya dilakukan di pinggir kolam renang. Menenangkan (dan gaya!) sekali, air selalu berhasil bikin rileks :) Tapi sayang, karena satu dan lain hal (baca : rada males..), saya berhenti latihan.

Senin, 12 Mei 2014

Stranger who once Walked into my life...


To a beautiful stranger up there...

Image result for santa barbara beach
Santa Barabara beach, image : google


Aku tidak sempat mengucapkan terima kasih
atas semua hal baik yang kamu tunjukkan.
Sosok yang memikat,
dengan kebaikan hati yang menyerupai malaikat...

Tahukah kamu,
Ketulusanmu membuat orang merasa nyaman
tanpa takut dibodohi atau dicurangi?
Kerendah-hatianmu menunjukkan betapa sebenarnya 
kamu jauh lebih tinggi dibanding banyak orang,
tapi daripada bersombong-diri mempertunjukkannya,
kamu malah merangkul dan menghargai yang lain?

Kebesaran jiwa membuat dirimu berlapang hati
menghadapi kegagalan, penghinaan, 
sekaligus menjadikanmu orang yang kuat tanpa kebencian?

Rasa empatimu terhadap sesama,
menunjukkan betapa bersyukurnya dirimu pada Tuhan,
yang telah sedemikian banyak menganugerahimu dengan kelebihan, 
lalu berniat, bahkan berikhtiar, mengembalikan apa saja
yang kamu punya kepada yang membutuhkan?

Penghargaanmu terhadap alam dan lingkungan, 
menjadikanmu orang yang penuh semangat hidup,
lalu berterimakasih atas semuanya dengan
menjadi pencinta alam dan humanitarian?

Ah kamu,
Padahal dengan wajah yang tampan dan kepribadian yang menawan,
  tidak perlu rasanya kamu berbuat banyak seperti itu.
Tapi kamu mau!

Mau membuat orang merasa nyaman didekatmu,
mau menghargai dan belajar lagi dan lagi dari orang lain,
mau bersabar diri dan penuh senyuman yang mencerahkan,
mau bersyukur kepada Sang Pencipta dengan berbagi pada sesama,
mau menikmati alam dengan menghirup
dan membelai semua ciptaanNya...

Sadarkah kamu,
Bahwa meskipun kamu tidak pernah mengenalku
tapi kamu sudah mempengaruhi hidupku?
Bahwa aku sering memimpikanmu,
tapi kita tidak akan pernah bertemu?

Kita berdua, menjalani dua hidup berbeda, di tempat yang berjauhan,
masing-masing dengan kesibukan dan kesehariannya.
Lalu tiba-tiba kamu datang, masuk dalam kehidupanku.
Sebentar, hanya beberapa bulan, tapi untuk itu,
terima kasih.

Terimakasih sudah membuatku belajar banyak hal tentang kehidupan.
Terima kasih sudah mengingatkankan aku
pada segala keindahan hasil karya Tuhan.
Terima kasih sudah mengubah cara pandangku
pada hidup beserta lika-likunya.
Terima kasih sudah memperlihatkanku
cara menjalani semua dengan penuh semangat dan rasa bersyukur. 
Pada alam, pada sesama, padaNya.

Terima kasih atas kalimatmu suatu waktu dulu, 
bahwa, "Sangat luar biasa apa yang bisa kita dapatkan, 
hanya dengan menunjukkan kebaikan diluar sana."
Dan terlebih lagi, terima kasih kasih untuk muncul dalam hidupku 
dan membuatku mengagumimu. 
Walau dari jauh...

Sungguh, 
betapa aku berharap dapat bertemu kamu,
tapi yang dapat kulakukan hanyalah menuliskan ini untukmu,
dan berharap kamu tau, 
betapa di dunia ini pernah ada yang begitu mendambamu.

Sekali lagi, 
Kepada seseorang diatas sana,
Sayang sekali aku tidak sempat mengucapkan terima kasih
atas semua hal baik yang kamu tunjukkan.
Sosok yang memikat,
dengan kebaikan hati yang menyerupai malaikat.

Just hoping to see you on the other side...

May you rest in peace, my dear angel undercover

Rabu, 07 Mei 2014

Yuk, berbuka Puasa di Mamak Kitchen!


Senin pertama bulan Rajab ini tadinya mau saya awali dengan berpuasa sunnah. Tapi sayang, beberapa jam sebelum waktu Dzuhur, sakit gigi kumat dan memaksa saya untuk menelan sebutir obat demi kebebasan dari rasa 'nyut-nyutan' yang gengges bingiits! Biarlah, saya ganti puasa pertama itu di lain hari saja, walaupun tadinya sudah punya niat untuk nongkrong di cafe Mamak Kitchen bersama teman-teman blogger Bandung sambil buka puasa. Hhh...

Mamak Kitchen, Jl. R.E. Martadinata, (022) 95085664